Kuliah? di IAIS Aja

mempunyai 4 fakultas yaitu, fakultas tarbiyah, fakultas syariah dan ekonomi islam, fakultas dakwah dan psikologi serta fakultas ushuluddin dan peradaban.

Keraton Sambas

Situs budaya dan sejarah peradaban masyarakat Sambas.

mahasiswa-mahasiswi prodi kpi IAIS Sambas

sebuah program studi yang bergerak dibidang Penyiaran dan komunikasi berlandaskan ajaran agama islam.

Museum Daerah Sambas

Tempat koleksi benda-benda bersejarah dan dokumenasi peradaban yang ada di daerah kabupaten Sambas.

Pesona Indah Bukit Liteng

Tempat wisata alam yang baru viral di dunia maya yang ada di desa nibung, kecamatan paloh - kabupaten Sambas.

Selasa, 05 Januari 2016

5 Alat untuk membuat film pendek berkualitas


Maraknya kamera DSLR dan ponsel canggih dengan resolusi kamera tinggi kini memudahkan seseorang untuk membuat karya film. Dari situ, istilah indie movie pun muncul sebagai film-film yang dibuat independen di luar nama besar studio film. Biasanya film indie ini diproduksi untuk festival-festival film mulai dari yang nasional bahkan internasional.
Tapi seiring dengan banyaknya pengguna DSLR, semua orang bisa membuat film yang ia inginkan sendiri. Tanpa bujet yang besar, YouTube pun menjadi “bioskop” untuk mendistribusikan sebuah karya pribadi. Kalau dulu film Indie mungkin dikerjakan dalam tim yang agak besar, kini sebuah film dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dengan film indie bisa dibuat oleh 2-3 orang saja.
Sederet festival film pendek pun kini mulai memacu semangat para pembuat film untuk meluncurkan karya-karyanya. Sebut saja beberapa di antaranya Europe On Screen dan XXI Short Film Festival. Di tahun 2015 saja ada 651 film pendek yang ikut dalam ajang XXI Short Film Festival.
Mengingat semua kompetisi film terbuka untuk umum ditambah adanya media penyebaran bebas seperti YouTube, rasanya tidak ada salahnya kita membuat karya film sendiri. Untuk itu, berikut kami berikan 5 rekomendasi alat wajib punya untuk kita yang ingin membuat sebuah film

1. Kamera

Sumber gambar: Ebay
Sumber gambar: Ebay
Kamera tentu menjadi pendukung utama dalam pembuatan film. Memilih kamera ynag tepat adalah solusi cerdas untuk mengurangi bujet produksi sebuah film. Misalnya saja, ada baiknya untuk pembuatan film kita memilih kamera dengan fitur Image Stabilization di dalamnya.
Dengan Image Stabilizer, kita bisa mengambil gambar lebih stabil sehingga meminimalisir penggunaan tripod atau steady camera yang menguras kocek cukup dalam.
Beberapa produsen kamera punya sebutan yang berbeda bagi fitur ini. Canon dan Sony punya istilah Image Stabilization (IS) sementara Nikon menggunakan istilah Vibration Reduction). Jadi, sebelum membeli kamera, coba cek dulu apakah kamera yang kita inginkan sudah dilengkapi dengan Image Stabilizer atau belum.
Beberapa rekomendasi dari kami:
Canon (60D, 700D, 70D, 7D, 5D Mark II)
Sony (A5000, A6000, A7S)
Nikon (D5300, D7100 (DX), D610 (FX)

2. Lighting


Sumber: Produto
Pencahayaan sangat penting untuk menghasilkan gambar yang tajam. Ada beberapa jenis lighting yang biasa dipakai untuk pembuatan film sederhana, salah satunya lampu LED CN-160 (angka 160 berarti jumlah lampunya). Biasanya untuk membuat film pendek kita akan membutuhkan 2 buah lampu LED ukuran ini.

3. Sound Recorder


Sumber: Sound La Foret
Salah satu alat terpenting dalam pembuatan film adalah alat perekam suara. Kita harus memastikan setiap adegan jelas terdengar agar film tersebut dapat dinikmati. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengambil trek suara dengan alat perekam khusus daripada mengandalkan microphone kamera kita.
Salah satu rekomendasi kami adalah Zoom H4N. Walau pun produk ini sudah lama sekali diproduksi, tapi Zoom H4N punya posisi khusus di hati para videografer dengan teknik DSLR Cinematography.
Zoom H4N memiliki 4 channel audio recorder, 2 built in Stereo Condensor + 2 external input combo dengan phantom power. Dengan fitur-fitur mumpuni, Zoom H4N masih menjadi standar sound equipment untuk video di dunia saat ini.

4. Microphone


Ada 3 pilihan microphone untuk pengambilan suara sesuai kebutuhan yaitu shotgun mic, boom mic, dan clip-on. Untuk film dokumenter kita akan banyak menggunakan clip-on, dan untuk film pendek, boom mic merupakan elemen penting. Sementara itu shotgun mic sangat cukup untuk video reportase.

5. Laptop + Software Editing


Sumber: apple
Butuh laptop yang mumpuni untuk mengedit video resolusi besar ala DSLR Cinematography. Laptop yang dipilih harus punya prosesor di atas intel core i5 dan kapasitas memori besar. Kapasitas memori (RAM) akan sangat mempengaruhi preview film. RAM di bawah 8 giga akan membuat preview video cenderung putus-putus.
Selain itu, kecepatan VGA juga harus tinggi agar proses rendering dan olah gambar lebih cepat dan lancar. Hardisk yang besar juga sangat dibutuhkan untuk menyimpan video dan hasil film kita. Beberapa laptop yang bisa menjadi pilihan kita adalah Mac Book Pro MD103LL/A, HP ZBook 17, dan Asus G55VW
Soal software editing, beberapa software yang bisa kita gunakan adalah Final Cut Pro, Adobe Premiere, Sony Vegas Pro, Pinnacle Studio, dan After Effect. Sementara itu, beberapa software rekomendasi untuk penyuntingan suara adalah Sound Forge dan Garage Band.
Image Credits: Ebay

Sumber : http://poster.co.id/2015/04/alat-untuk-membuat-film-pendek-berkualitas/

Senin, 28 Desember 2015

Acara Persembahan PPIA di kampus IAIS SAMBAS

Sumber foto by Imanuddin - KPI smt. I fak. Dakwah IAIS Sambas

Sambas, 28 Desember 2015

Acara pertukaran pemuda Indonesia-Australia di Auditorium IAIS Sambas tadi malam sangat meriah. Antusiasme para Penonton dan para Penampil itu sendiri sangat tinggi, serta dengan di sertai para pembawa acara yang sangat fasih sehingga lebih interaktif dengan penonton dan tata ruang panggung yang mantap serta tata pencahayaan dan lighting yang cukup bagus.
Dengan masing-masing membawakan persembahan di antara nya dari kampus IAIS Sambas, Politeknik Negeri Sambas, serta penampilan dari PPIA itu sendri dengan membawakan berbagai persembahan budaya di Indonesia, penampilan khas dari negara Australia, Theater, Dzikir khas Sambas, Tarian khas Melayu Sambas, tarian khas suku Dayak di Kalimantan Barat, dan Big Box.
Dan tak lupa di hadiri oleh para Dosen Poltesa dan IAIS Sambas yang juga turut menyaksikan acara persembahan semalam.

Sabtu, 26 Desember 2015

PUISI by EKA PUTRI ( Prodi KPI fak. DAKWAH smt. 1 ) #2

PUPUSLAH PESIMIS


Bulir-bulir bening berjatuhan
Butir-butir harapan berserakan
Dibalut sedih tak bertepian
Dilapis resah kegundahan

Ada rasa tak karuan dan bingung
Juga murung mengisi relung
Seakan tubuh berada dalam tempurung
Maka tiada tempat tuk bergantung

Pada jiwa-jiwa yg rapuh
Sisa semngatmu kian melepuh
Saat adrenalin mulai terenyuh
Disitu nyali tak mampu menempuh

Hancur berkecai keping hati
Akankah ia terbingkai kembali

Beribu harapan mengambang
Dalam temaram terkembang
Tapi apalah daya ku sorang
Setitik kecewa jadi penghalang


Penulis : Eka Putri ( Prodi KPI fak. DAKWAH smt. 1 )

PUISI by EKA PUTRI ( Prodi KPI fak. DAKWAH smt. 1 ) #1

Pagi yang Haru


Menatap indahnya hari pagi
Sileut sinarmu tersenyum padaku
Hadir bersama kicauan burung hutan
Disaksikan embun persekitaran

Pagi...
Kau hanya jadi saksi bisu
Dimana makhluk bernama manusia
Telah kembali keharibaan-Nya
Pergi meninggalkan kehidupan fana

Dan di dpn keranda kayu
Aku menangis tergugu
Menatap org kusayang terbujur kaku

Pagi....
Kau mengajariku arti kehidupan
Pagi....
Satu mlm menyesakkan tlh kulewatkan

Ketika harapan baru sedang mekar
Bersama sejuta mimpi menggelayut d cakrawalamu
Kau bawa ayah dan adikku menyartai pagimu
Masuk kembali ke alam d mana ia berawal

Penulis : Eka Putri ( Prodi KPI fak. DAKWAH smt. 1 )